Revival in marketplace End time Pentecost (Pdp Daniel W Pradhana)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Pentakosta bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan permulaan dari kegerakan Roh Kudus yang akan mencapai puncaknya di hari-hari yang terakhir untuk mempersiapkan gereja menyambut kedatangan Kristus. Melalui Pentakosta di akhir zaman, Tuhan akan membangkitkan generasi baru yang diberdayakan, menghasilkan saksi-saksi yang berani, memulihkan api rohani, melepaskan tuaian terakhir, dan membentuk kesiapan rohani yang terus-menerus. Karena itu gereja dipanggil untuk keluar dari pola lama yang hanya berpusat pada panggung, lalu hidup dipenuhi Roh Kudus, mati bagi diri sendiri, dan hidup sepenuhnya bagi Kristus.

Wow. Shalom. Selamat malam semua. Tuhan kita dahsyat. Amin!

Malam hari ini saya datang dari Jakarta dan sejujurnya enggak mengharapkan yang datang sebanyak ini orang di tengah-tengah minggu. Dan saya diberitahu sepanjang minggu ini begitu banyak orang-orang yang haus akan Tuhan, lapar akan Tuhan, menantikan Tuhan di hari-hari ini. Sepuluh hari kita menantikan pencurahan Roh Kudus.

Banyak gereja membuat acara yang serupa, tetapi saya rasa sejauh ini belum ketemu gereja lain yang bisa kumpulkan sebanyak ini orang menanti-nantikan Tuhan. Saya percaya Tuhan punya maksud. Saya percaya Tuhan punya rencana yang besar buat tempat ini.

Untuk malam hari ini saya berdoa khusus, Tuhan, apa yang Tuhan mau sampaikan, nyatakan buat gereja Tuhan di tempat ini? Dan malam hari ini ada satu pesan yang Tuhan taruh dalam hati saya. Ini pesan yang belum pernah saya sampaikan sebelumnya. Pesannya adalah tentang End Time Pentecost. Pentakosta di hari-hari yang terakhir, atau yang gereja kita kutip sebagai Pentakosta Ketiga. Kalau kita mengacu kepada yang pertama di Kisah Para Rasul, yang kedua tahun 1906 di Azusa Street, maka ini yang ketiga.

Supaya mudah, saya sebut ini sebagai Pentakosta hari-hari yang terakhir. Kita enggak perlu ribut soal terminologinya, karena intinya sama: Tuhan memang sedang mencurahkan Roh-Nya kepada semua orang di hari-hari yang terakhir.

Malam ini saya percaya Tuhan mau saya menyampaikan hal-hal yang harus terjadi melalui Pentakosta di hari-hari yang terakhir. Gereja Tuhan harus nangkap, gereja Tuhan harus ngerti, dan gereja Tuhan harus bergerak di dalamnya.

Pentakosta bukan hanya sekadar kejadian dalam sejarah di loteng atas 2.000 tahun yang lalu, tetapi itu adalah permulaan dari satu kegerakan global Roh Kudus yang akan memuncak justru di hari-hari yang terakhir.

Jadi Pentakosta bukan sekadar peristiwa sejarah. Bukan hanya, “Oh, itu terjadi 2.000 tahun yang lalu.” Saudara harus melihatnya begini: itu adalah permulaan dari sesuatu yang akan memuncak justru di hari-hari yang terakhir.

Karena kalau kita cuma lihat itu sebagai event sejarah, kita akan bilang, “Ya, kita mengenang sejarah. Kita mengingat apa yang Tuhan pernah lakukan 2.000 tahun yang lalu.” Tapi kalau kita melihat itu sebagai permulaan, artinya Pentakosta belum berakhir. Pentakosta berlanjut terus. Bahkan akan memuncak.

Jadi Pentakosta yang terbesar, yang terdahsyat, yang paling luar biasa terjadinya bukan 2.000 tahun yang lalu. Bukan juga 100 tahun yang lalu di Azusa Street. Saya percaya justru akan terjadinya di hari-hari ini, di hari-hari yang terakhir, karena ini klimaksnya. Ini puncaknya.

Itu yang saya mau perspektifnya kita samakan dulu. Jadi Pentakosta bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi permulaan dari kegerakan Roh Kudus secara global yang akan makin meningkat, makin memuncak, dan mencapai klimaksnya di hari-hari yang terakhir.

Kalau Pentakosta yang pertama itu melahirkan gereja, maka Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan memberdayakan gereja untuk membawa masuk tuaian terbesar dan tuaian yang terakhir sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali.

Saya mau Saudara lihat gambaran lengkap dan utuh seperti ini: Sebelum Pentakosta yang pertama, Yesus terangkat ke surga. Kita rayakan itu 10 hari yang lalu. Kenaikan Tuhan Yesus. Lalu Yesus bilang, “Nantikan sampai kamu dipenuhi dengan janji Bapa, dipenuhi dengan kuasa dari tempat yang mahatinggi.” Mereka menanti 10 hari, itulah yang kita lakukan. Kemudian 10 hari kemudian, di hari yang ke-50, Roh Kudus dicurahkan, gereja lahir.

Tapi itu baru permulaan dari kegerakan Roh Kudus yang akan memuncak di hari-hari yang terakhir, dan kita sedang hidup di hari-hari yang terakhir itu.

Kalau Pentakosta yang pertama melahirkan gereja, Pentakosta yang terakhir akan memberdayakan gereja untuk membawa masuk tuaian yang terbesar. Dan Yesus yang terangkat 2.000 tahun yang lalu akan datang kembali kedua kalinya.

Jadi Roh Kudus itu bergerak dari awal sampai akhir. Dan ini puncaknya. Hari-hari terbaik ada di depan kita. Bilang sama sebelah Saudara: kita lagi hidup di hari-hari yang terbaik.

Tetapi ada satu hal lain yang Saudara perlu lihat. Alkitab juga menunjukkan dan mencatat bahwa di hari-hari yang terakhir, kegelapan juga akan meningkat. Penipuan rohani akan merajalela. Keruntuhan moral akan makin menjadi-jadi. Ketidakstabilan global juga makin besar.

Kita baru saja alami beberapa minggu terakhir: harga bahan bakar naik drastis, situasi ekonomi goyang, perang, ancaman di mana-mana, semua makin enggak jelas. Tetapi dengar ini: di tengah-tengah segala macam kegelapan yang makin meningkat, janji Tuhan tentang pencurahan Roh Kudus-Nya di hari-hari yang terakhir tidak berubah.

Justru yang akan terjadi begini: ketika roh zaman ini bertambah gelap, maka kemuliaan Tuhan justru akan semakin bercahaya dan semakin bersinar melalui umat-Nya di hari-hari yang terakhir.

Di tengah kegelapan, Tuhan berkata:

Pada hari-hari terakhir Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. (Kisah Para Rasul 2:17)

Jadi di tengah-tengah kegelapan, Tuhan akan curahkan Roh-Nya dengan cara yang luar biasa.

Dan saya percaya ada lima hal yang akan dikerjakan oleh Roh Kudus di hari-hari yang terakhir. End Time Pentecost akan membuat gereja memiliki lima hal ini.

#1 Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan melahirkan satu generasi yang baru

The end time Pentecost will give birth to a new generation.

Maksudnya generasi yang seperti apa? Apa ini cuma bicara tentang generasi muda? Tidak. Ada sesuatu yang jauh lebih besar dari itu.

Yoel pasal 2 berkata:

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan. Juga kepada hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. (Yoel 2:28-29)

Artinya apa? Pencurahan Roh Kudus di hari-hari yang terakhir diperuntukkan bagi setiap generasi, setiap kelas sosial, setiap suku, bangsa, kaum, dan bahasa. Dengan kata lain: semua orang.

Pencurahan Roh Kudus di hari-hari yang terakhir akan membangkitkan satu generasi yang baru. Generasi apa? Generasi di mana Tuhan akan pakai semua orang.

Roh Kudus itu bukan hanya untuk pendeta. Bukan hanya untuk gembala. Bukan hanya untuk hamba Tuhan. Di hari-hari yang terakhir, Tuhan mau membangkitkan orang-orang biasa, orang-orang percaya. Semua Saudara akan dipakai Tuhan di hari-hari yang terakhir.

Mungkin Saudara sudah pernah dengar kalimat seperti ini sebelumnya. Tetapi malam hari ini saya mau kita menangkap implikasinya. Implikasinya apa?

Di hari-hari yang terakhir kita harus menggeser fokus kita. Bukan lagi membangun mimbar atau panggung yang semakin besar dan spektakuler, tetapi kita harus mulai pikirkan bagaimana caranya memberdayakan setiap orang untuk bergerak dan dipakai Tuhan.

Karena sampai hari ini, jujur, masih terlalu banyak gereja yang sibuk cuma memperbesar panggung. Fokusnya cuma di hari Minggu. Tetapi ketika Tuhan mau pakai semua orang tadi — semua generasi, semua kelas sosial, semua suku, bangsa, kaum, bahasa — maka fokusnya harus bergeser. Bukan lagi Kekristenan hari Minggu di panggung, tapi Kekristenan orang-orang biasa di setiap harinya. Fokusnya bukan Minggu lagi, tetapi dari hari Senin sampai Sabtu.

Oh, bukan berarti Minggu enggak penting. Ibadah Minggu dan ibadah-ibadah lainnya fungsinya untuk memperlengkapi orang-orang percaya. Tetapi gereja yang sesungguhnya itu hari Senin sampai hari Sabtu, ketika kita ada di luar sana, di marketplace.

Saya percaya gereja mana, pemimpin mana, yang paling cepat merespons ini dan mengimplementasikannya, akan ada di barisan depan.

Karena satu hal kita ngomong, “Tuhan mau pakai semua orang.” Tetapi sering kali kita belum mempersiapkan secara konkret, secara real, pelatihannya, metodenya, caranya, bagaimana semua orang bisa diberdayakan.

Ada banyak pengusaha di sini yang sudah dengar pesan itu: Tuhan mau pakai semua orang. Tapi pengusaha itu bertanya, “Saya harus ngapain, Pdt? Apakah saya harus khotbah? Harus sekolah teologi? Harus bikin persekutuan?” Pertanyaan-pertanyaan ini nyata.

Banyak ibu rumah tangga di tempat ini juga sudah tangkap pesan yang sama. Tuhan mau pakai semua orang. Tetapi ibu rumah tangga bertanya, “Saya harus ngapain? Apa bentuk konkretnya?”

Efesus 4:11,

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar.

Untuk apa? Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.

Saya percaya ini adalah hari-hari di mana lima jawatan akan dikembalikan kepada fungsinya yang sebenarnya, yaitu memperlengkapi orang kudus. Lima jawatan bukan lagi jadi superstar rohani yang dipuji di depan, ditonton banyak orang. Sebaliknya, lima jawatan akan jadi pelatih, jadi coach, jadi orang-orang yang mempersiapkan orang-orang biasa, orang-orang kudus. Mereka yang akan jadi bintang di luar sana, yang berdampak, yang melepaskan pengaruh, yang membawa kemuliaan Tuhan di mana pun Tuhan tempatkan hidup mereka.

Ini waktunya Tuhan bangkitkan Saudara. Saudara yang ada di garis depan.

Kalau cuma satu gembala bisa dipakai bawa sekian banyak orang, bayangkan kalau semua jemaat diberdayakan. Mungkin satu orang enggak bawa ratusan atau ribuan, tetapi kalau sebanyak ini orang masing-masing berdampak kepada 5 orang, 10 orang, 20 orang, maka dampaknya akan jauh lebih besar daripada sekadar mengandalkan satu orang yang dipakai Tuhan.

#2 Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan menghasilkan saksi-saksi yang berani

The end time Pentecost will produce bold witnesses.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kisah Para Rasul 1:8)

Dengan kata lain, Pentakosta bukan sekadar satu pengalaman emosional, tetapi pemberdayaan untuk misi.

Saya kasih ilustrasi. Kalau saya bilang begini: “Mobilmu saya isi bahan bakar supaya kamu bisa pergi ke Jakarta.” Itu masuk akal. Kalau kamu enggak jadi ke Jakarta, maka bahan bakarnya jadi tidak berguna untuk tujuan itu.

Demikian juga Roh Kudus. Tuhan penuhi hidup kita bukan sekadar supaya kita penuh, tetapi karena Tuhan punya tujuan buat hidup kita.

Kalau kita enggak mau bergerak mengikuti rencana Tuhan, Tuhan enggak punya alasan untuk penuhi hidup kita dengan kuasa itu. Kuasa itu tidak akan berfungsi kalau kita enggak mau jadi saksi.

Maka semua orang yang Tuhan mau pakai tadi, Tuhan mau pakai jadi saksi. Bukan ketika ditumpang tangan Saudara merasa getar atau tidak getar. Bukan itu intinya. Saudara akan lihat kuasa Tuhan bekerja ketika Saudara jadi saksi.

Sebelum Pentakosta, Petrus menyangkal Yesus. Murid-murid bersembunyi dalam ketakutan. Tetapi ketika mereka mengalami Pentakosta 2.000 tahun yang lalu, Petrus bangkit dengan keberanian, memberitakan kabar baik, ribuan orang diselamatkan, dan Injil menyebar dengan cepat.

Gereja di hari-hari yang terakhir tidak bisa bertahan hanya dengan Kekristenan model entertainment. Saya ngomong blak-blakan. Hari-hari ini terlalu banyak yang menjadikan gereja seperti entertainment center. Kita fokus entertain orang, berharap orang datang karena dihibur.

Tetapi gereja di hari-hari yang terakhir enggak akan bisa bertahan hanya dengan model begitu. Kita butuh Roh Kudus. Gereja yang kembali dipenuhi dengan api Tuhan, kuasa Tuhan, dan menyala dalam hidup kita.

Saya pernah mendengar kesaksian dari hamba Tuhan yang dipakai di gereja bawah tanah di China. Orang-orang berkumpul berdesakan di gudang-gudang sempit, tanpa AC, tanpa kenyamanan, penuh keringat, tapi mereka melompat-lompat, berdoa, menyembah dengan api Tuhan yang luar biasa.

Lalu saya berpikir: berapa banyak jemaat zaman sekarang yang akan tetap datang ke gereja kalau ada pengumuman AC-nya mati? Padahal hari ini ada orang yang pindah gereja hanya karena tempat lain lebih nyaman.

Apa yang mempertahankan jemaat hari ini? Entertainment? Bukan. Orang akan bertahan kalau ada api Tuhan.

Kalau hidup kita kembali dipenuhi api Tuhan, kita enggak akan ikut bersaing dalam urusan siapa paling spektakuler. Orang-orang akan datang dan berkata, “Di sini ada api Tuhan. Di sini ada nyala Roh Kudus. Di sini ada kuasa Tuhan yang bekerja.”

Dan api Tuhan yang menyala dalam hidup kita akan menghasilkan saksi-saksi yang berani. Tanda-tandanya apa?

  1. kita berani memperkatakan kebenaran,
  2. kita punya gairah untuk melihat jiwa-jiwa diselamatkan,
  3. kita tetap pertahankan iman sekalipun ditindas,
  4. kita hidup kudus,
  5. kita hidup dalam kuasa supranatural Tuhan.

Roh Kudus tidak membuat kita meloloskan diri dari realita. Sebaliknya, Roh Kudus memberdayakan kita untuk mengubah realita di sekitar kita.

#3 Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan memulihkan api rohani kita

The end time Pentecost will restore spiritual fire.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11)

Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan memulihkan api rohani di dalam hidup kita.

Salah satu bahaya hidup di hari-hari terakhir adalah spiritual coldness — kedinginan rohani. Di kitab Wahyu Tuhan berkata, “Jangan suam-suam kuku.” Di Matius 24:12 Yesus berkata bahwa karena bertambahnya kedurhakaan, kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Banyak orang kehilangan gairah. Mereka hidup sekadar nyaman saja. Datang ke gereja, iya. Tetapi enggak ada rasa haus dan lapar akan Tuhan. Ketika Roh Kudus kembali dicurahkan, api itu akan menyala lagi dalam hidup kita.

Api Tuhan akan menghasilkan kemurnian. Tiba-tiba hidup kita yang dibakar api Tuhan akan mulai disucikan. Kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Kita hidup benar, hidup kudus di hadapan Tuhan. Ada gairah yang kembali menyala. Doa kita menyala kembali. Kuasa Tuhan mengalir kembali.

Kalau Saudara ambil arang yang merah membara dari api unggun, lalu ditarik keluar, pelan-pelan dia akan meredup, menghitam, dan mati. Tetapi ketika dikembalikan ke tengah api, dia akan menyala lagi.

Itu gambaran hidup kita. Kadang karena berbagai hal kita mundur dari Tuhan, menjauh dari Tuhan, keluar dari api Tuhan. Kita mulai meredup, padam. Tetapi ketika Pentakosta di hari-hari yang terakhir Tuhan curahkan kembali, arang itu menyala lagi.

Malam hari ini saya percaya banyak dari Saudara akan dinyalakan kembali.

Kita butuh api Roh Kudus yang segar dalam hidup kita. Dampaknya apa?

  1. kehidupan doa menyala kembali,
  2. penyembahan bukan lagi rutinitas,
  3. kita menikmati lagi baca Firman Tuhan,
  4. kita punya kerinduan bawa jiwa,
  5. kita rindu kembali fellowship.

Kenapa banyak orang menghindari fellowship? Karena apinya sudah hilang. Tetapi ketika api itu menyala, tiba-tiba Saudara bukan menjauh dari pertemuan ibadah, malah mencari di mana ada pertemuan lagi. Kenapa? Karena api itu harus terus menyala.

#4 Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan melepaskan tuaian yang terakhir

The end time Pentecost will release the final harvest.

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. (Matius 24:14)

Saudara ingat gambaran tadi? Yesus terangkat ke surga, Roh Kudus dicurahkan, gereja lahir. Itu bukan hanya satu peristiwa sejarah. Itu permulaan dari kegerakan Tuhan yang terus berlanjut sepanjang sejarah.

Jejaknya bisa kita lihat: Roh Kudus bergerak di Eropa, lalu di Amerika, sekarang bergerak di Asia. Tuhan terus bergerak dan akan memuncak di hari-hari yang terakhir, sebelum Yesus datang kembali.

Tuaian terbesar akan dibawa masuk lewat gereja yang diberdayakan oleh Roh Kudus.

Di Kisah Para Rasul pasal 2, Roh Kudus dicurahkan lalu langsung 3.000 orang bertobat. Pentakosta dan tuaian selalu terhubung, enggak pernah terpisah.

Di hari-hari yang terakhir, ketika Roh Kudus dicurahkan, tuaian terbesar juga akan dibawa masuk.

Kita sedang hidup di hari-hari di mana teknologi bisa dipakai untuk menyebarkan Injil dengan cepat. Bangsa-bangsa yang tadinya tertutup sekarang mulai terbuka. Anak-anak muda sedang mencari kebenaran. Ini waktunya gereja bangkit.

Musuh bergerak dengan sangat agresif, karena dia tahu waktunya singkat. Tetapi justru itu sebabnya gereja hari-hari terakhir harus memiliki karakteristik ini:

  1. dipenuhi Roh Kudus,
  2. penuh doa,
  3. punya hati misi,
  4. grounded dalam Firman,
  5. penuh gairah,
  6. dan berani.

#5 Pentakosta di hari-hari yang terakhir akan menghasilkan kesiapan

The end time Pentecost will produce readiness.

Matius pasal 25 bercerita tentang lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana. Kesamaannya apa? Mereka semua sama-sama menantikan kedatangan Tuhan. Jadi bukan yang lima menanti dan lima tidak. Semua menanti.

Apa yang membedakan? Yang satu menanti secara sembarangan, yang satu lagi menanti dengan persiapan. Persiapannya dengan apa? Dengan minyak.

Minyak itu gambaran Roh Kudus.

Kenapa Roh Kudus dicurahkan dalam hidup kita? Untuk membuat diri kita siap. Kita enggak bisa bertahan secara rohani dengan urapan kemarin. Kita perlu hidup terus-menerus di dalam keintiman dengan Tuhan.

Jadi Pentakosta di hari-hari terakhir akan menghasilkan kesiapan:

  1. kita terus bertahan dalam doa,
  2. kita terus tertanam dalam Firman Tuhan,
  3. kita terus berjalan dalam kekudusan,
  4. kita terus dipenuhi Roh Kudus,
  5. kita terus melayani dengan setia,
  6. kita terus berjaga-jaga secara rohani.

Kata kuncinya: terus, terus, terus. Kita punya kesiapan.

Pertanyaannya bukan apakah Yesus akan datang kembali. Pertanyaannya: apakah gereja siap ketika Yesus datang kembali?

Karena itu Roh Kudus dicurahkan untuk membawa kita hidup di dalam keintiman dengan Tuhan yang membuat kita siap setiap waktu.

Penutup

Jadi ada lima hal yang saya percaya akan dikerjakan oleh Pentakosta di hari-hari yang terakhir:

  1. membangkitkan satu generasi yang baru,
  2. menghasilkan saksi-saksi yang berani,
  3. memulihkan api rohani kita,
  4. melepaskan tuaian yang terakhir,
  5. menghasilkan kesiapan.

Sepanjang minggu ini Saudara mendengar banyak pembicara menyampaikan pesan yang berbeda-beda. Tetapi malam hari ini jangan lewatkan ini: kita semua butuh dipenuhi Roh Kudus.

Bukan hanya untuk dicatat. Bukan hanya untuk diaminkan. Tetapi untuk diaplikasikan dalam hidup kita.

Tuhan mau pakai semua kita. Tuhan mau ubah semua kita menjadi saksi-saksi yang berani. Tuhan mau kita bawa masuk tuaian yang terakhir. Tuhan mau api-Nya menyala kembali dalam hidup kita. Dan dalam menantikan Tuhan, kita semua jadi orang-orang yang siap menyambut mempelai pria kita.

Video