Profetik
Profetik
Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,
- Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).
Renungan profetik
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 30 Maret 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Menghidupi amanat agung adalah tindakan nyata bagi setiap orang percaya untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus dengan cara pergi, memberitakan Injil, membaptis, dan mengajarkan ketaatan akan perintah-perintah-Nya.
Kita kini sedang hidup di zaman teknologi yang membuat dunia seolah tanpa batas. Kita bisa berkomunikasi dengan siapapun di belahan bumi lain dalam sekejap. Namun, fakta di lapangan menunjukkan realita yang kontras bahwa tingkat kesepian, depresi, dan krisis identitas justru mencapai angka tertinggi.
Dunia sedang berteriak mencari pengharapan yang sejati, namun jika kita berani untuk bertesus terang, sering kali justru kita sebagai anak-anak Tuhan terlena dan terlalu sibuk dengan zona nyaman kita sendiri, lupa bahwa ada pesan kehidupan, kabar baik yaitu Injil yang kita harus bagikan.
"Amanat Agung" (The Great Commission), bukan sekedar saran atau pilihan. Yesus tidak hanya berkata "beritahukanlah," atau "beritakanlah," tetapi "jadikanlah murid." Menjadikan murid berarti ada proses investasi hidup. Yesus memanggil kita untuk keluar dari batas-batas kenyamanan baik itu batas geografis, budaya, maupun batas ego kita sendiri.
Di tahun ini, amanat agung menuntut kita untuk tidak hanya menjadi "konsumen" rohani yang datang untuk diberkati, tetapi menjadi "saluran" yang memberkati. Kita dipanggil untuk merefleksikan karakter Kristus sedemikian rupa sehingga orang lain tertarik untuk mengenal siapa yang kita sembah. Menghidupi amanat agung di tahun ini juga berarti kita harus berani mengambil langkah nyata.
Tuhan tidak mencari orang yang luar biasa, tetapi Ia mencari orang yang bersedia untuk melangkah bersama-Nya. Kita harus ingat, bahwa perintah "pergilah" selalu disertai dengan janji "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Marilah kita berkomitmen untuk mulai menjangkau mereka yang selama ini kita abaikan.
Tahun ini adalah waktunya kita untuk bergerak. Mari kita pastikan bahwa setiap langkah kaki kita membawa aroma kehidupan, menuntun jiwa-jiwa kembali kepada Bapa, dan menuntaskan mandat yang telah dipercayakan kepada kita.
Menghidupi amanat agung berarti menjadikan penginjilan dan pemuridan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Kristen. (AH)Menghidupi amanat agung adalah tindakan nyata bagi setiap orang percaya untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus dengan cara pergi, memberitakan Injil, membaptis, dan mengajarkan ketaatan akan perintah-perintah-Nya.